Industri Keramik Diprediksi Naik 15 Persen, Asaki: Ditopang Ekspor








Jumat, 8 Juli 2022 19:14 WIB


Pekerja melakukan proses pembuatan keramik dinding di pabrik Roman Keramik, Balaraja, Tanggerang, Banten, 9 Maret 2017. Tingginya harga gas industri tersebut menyebabkan sejumlah pabrik keramik tidak beroperasi. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta – Pengusaha industri keramik optimistis volume produksi tumbuh 15 persen secara tahunan pada 2022. Hal tersebut diprediksi terdorong oleh lonjakan permintaan pada periode peak season. 

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengungkapkan optimistis dengan target pertumbuhan 15 persen volume produksi keramik di Indonesia tahun ini berkisar antara 475 – 480 juta meter persegi.

“Target produksi 475 -480 juta meter persegi dan tingkat utilisasi 85 persen. Optimisme ini didukung permintaan keramik secara tren tahunan akan mengalami peak season,” kata Edy kepada Bisnis, Jumat 8 Juli 2022.

Berdasarkan tren tahunan, sambungnya, peak season lonjakan permintaan keramik diperkirakan terjadi pada semester II/2022. Khususnya, pada kuartal III/2022 di samping kinerja ekspor yang masih baik.

Pada semester I/2022, ekspor keramik nasional tercatat tumbuh positif dobel digit sekitar 11 persen secara tahunan.

Bahkan, ungkap Edy, kinerja industri keramik Tanah Air rebound lebih cepat setelah terhimpit pandemi selama 2 tahun dengan berhasil memasuki zona ekspansi.

Pada 2021, kapasitas produksi keramik nasional bertambah sebanyak 13 juta meter persegi dan penambahannya meningkat tajam menjadi 35 juta meter persegi dengan penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 3.500 orang.

Baca: Cara Mencegah Lantai Keramik Terangkat dan Pecah

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini



8 jam lalu


Bupati Ingin Pungut Rp 25 per Kilogram Panen Sawit, Petani: Sangat Menyayat Hati

Ketua Apkasindo Gulat Manurung menyatakan 17 juta petani sawit sedih mendengar permintaan bupati memungut Rp 25 per kilogram hasil panen.



1 hari lalu


Harga TBS Anjlok, Luhut Colek Sri Mulyani Turunkan Pungutan Ekspor

Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan telah berbicara dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk membahas pungutan ekspor CPO.



1 hari lalu


PBB Ingatkan Kelaparan Dunia Bakal Naik

Dalam laporannya, PBB memperingatkan angka kelaparan dunia bakal baik besar-besaran, yang salah satunya karena dampak perang Ukraina.



2 hari lalu


Ekonomi Indonesia Terpecah Belah, Faisal Basri: Kita Tidak Terintegrasi

Ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri menyoroti ihwal derajat integrasi ekonomi Indonesia yang relatif rendah.



2 hari lalu


Tak Hanya Timah, Pemerintah Akan Ekspor Komoditas Ini

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pelarangan ekspor timah berlaku tahun depan.



2 hari lalu


Gapki: Eksportir Minyak Sawit Mentah Masih Kesulitan Mendapat Kapal

Gapki mengklaim hingga saat ini ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) belum lancar akibat ketersediaan kapal-kapal yang masih minim.



3 hari lalu


Mendag: Realisasi Ekspor CPO Indonesia Melalui Skema DMO Capai 65 Persen

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan realisasi ekspor CPO melalui skema DMO mencapai 65,91 persen per 4 Juli 2022.



3 hari lalu


Mendag Sebut Akan Tambah Kuota Ekspor bagi Perusahaan yang Pasok Minyakita

Zulkifli Hasan menuturkan jika perusahaan memberi pasokan untuk minyak goreng kemasan sederhana maka kuota ekspornya akan diperlebar hingga 1:10.



3 hari lalu


Kuota Ekspor Dinaikkan, Mendag Tak Khawatir Minyak Goreng Kembali Langka

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyebutkan telah menaikkan kuota ekspor tandan buah segar (TBS).



3 hari lalu


Harga TBS Masih Anjlok, Kemendag Naikkan Kuota Ekspor

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan telah menaikan kuota ekspor untuk mengatasi redahnya harga tandan buah segar (TBS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.